Tampilkan postingan dengan label sosial media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial media. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Stop Sync Ask.fm Ke Twitter!

Kamu suka sebel nggak kalau ada yang nge-sync Ask.fm ke Twitter? Terus kamu suka males nggak kalau lihat ada yang nge-sync Ask.fm ke Twitter, terus ngejawabin pertanyaan nggak penting? Terus kamu pengen nonjok orang yang nge-sync itu nggak? fresh from .com

Bisa dipastikan jawaban kita semua adalah “iya,” apalagi pas pertanyaan ketiga itu.

Ini perlu ditegaskan nih, kepada semua pengguna Ask.fm, berhentilah nge-share jawaban kalian ke Twitter. Alasannya mudah, karena hal itu annoying banget, nggak penting, bikin kesel, dan yang pasti karena gak seharusnya Ask.fm di-sync ke Twitter.

Oke, Pertama, kenapa annoying? Karena rata-rata, apa yang di-share itu cuma hal-hal sepele. Misalnya, ditanya “Kamu lebih suka nasi goreng atau mie instan?” terus dijawabnya, “Lebih suka rumput.” Kan itu nggak lucu. Bukannya ketawa, kita malah keganggu sama pertanyaan dan jawaban annoying itu.

Dan belum lagi pertanyaan dan jawabnnya ada dalam satu twit yang panjang banget sampe kepotong. Duh, udah males banget lah itu.

Dua, nggak penting. Kenapa nggak penting? Ya kita lihat aja lah, segala jenis pertanyaan dari Ask.fm yang di-share ke Twitter itu mana ada yang penting. Paling banter juga pertanyaannya, “Lebih suka ini apa itu?” dan kalaupun udah dijawab, itu pentingnya apa buat kita? Mending gak tahu deh daripada tahu.

Tiga, bikin kesel. Oh maaf, bukan kesel, tapi KZL. Di Twitter sih lagi rame banget tuh kata-kata gitu.

Iya, bikin kesel. Kenapa bikin kesel? Karena... karena... yaaa nggak tahu juga sih. Tapi kesel aja gitu ngeliat ada yang ngumbar-ngumbar kayak gituan ke timeline kita. Niat kita twitter-an kan bukan pengen liat ada yang jawabin pertanyaan. Emang cerdas cermat.

Empat, gak seharusnya Ask.fm di-sync ke Twitter. Oke, gak cuma Ask.fm deh yang gak seharusnya di-sync ke Twitter, Path atau pun media sosial lain sebaiknya di-share di masing-masing media sosial aja (kecuali karya ya, misalnya blog, foto yang bagus di Instagram, video bagus dari YouTube, berita, atau SoundCloud itu nggak apa-apa di-share karena masih banyak manfaatnya dibanding ngerugiinnya).

Bikin status di Path, ya udah share di Path aja. Ngejawab pertanyaan di Ask.fm pun, ya udah di Askfm aja. Ngapain disebar ke Twitter? Spalagi Path yang sifatnya pribadi dan limited. Biarkanlah media sosial seperti itu berjalan sendiri-sendiri. Biarkan mereka eksis di media sosialnya sendiri.

Kan kita bisa ngatur, misalnya Twitter itu buat dapat informasi dan hiburan, Path untuk ngegalau, Facebook buat teman lama, dan Ask.fm buat nerima pertanyaan-peranyaan. Dengan begitu, media sosial ini nggak ngeganggu media yang lain, dan pastinya nggak ngeganggu orang-orang yang follow kita. Kan enak kalau gitu.

Tapi pada akhirnya, semua adalah pilihan kamu. Mau seperti apa kamu menggunakan media sosial itu hak kamu. Lagian belum ada juga undang-undang yang saklek mengatur perilaku seseorang di dunia maya atau media sosial. Cuma alangkah baiknya kita juga pandai-pandai mengatur media sosial kita yang merupakan kepanjangtanganan dari diri kita, alangkah baiknya kita bijak dalam menyebar pikiran kita, ide, kesenangan, bahkan kegalauan kita. Kalau masih ngeyel, siap-siap risikonya di-unfollow, atau bahkan disindir-sindir.

Kalau menurut kamu, gimana fenomena sync Ask.fm/Path ke Twitter ini? 

Jumat, 03 Januari 2014

Apa itu Snapchat?

Jadi apa sebenarnya Snapchat?

Perusahaan yang sudah berdiri dua tahun didirikan oleh kelompok Stanford undergrads yang dasarnya adalah layanan foto mobile dan video sharing. App ini tersedia untuk perangkat IOS dan Android dan dibangun dengan satu premis utama: semua yang anda bagiakan pada Snapchat akan hilang sendi. Ini dapat hilang setelah pengirim (atau penerima) melihatnya, atau jika menggunakan fitur baru Snapchat Stories, maka semua akan lenyap 24 jam setelah pertama kali diposting.

Untuk fitur video berkisar dari 1-10 detik, dan foto dapat dilihat untuk jangka waktu yang sama. Sebelum berbagi, pengguna memiliki pilihan untuk annotating klip dengan alat teks dan spidol. Setelah Anda mengirim klip Anda ke teman-teman, mereka akan melihat itu muncul dalam apa yang pada dasarnya tampak seperti kotak masuk email.


Meskipun mungkin untuk membuat profil publik diakses di Snapchat, namun masih jauh dari  Instagram milik Facebook dalam tampilan dan nuansa. Kebanyakan orang lebih memilih untuk tetap berbagi tentang kegiatannya antara teman-teman, karena itu mungkin alasan mengapa mereka mulai menggunakan Snapchat. Tetapi mengingat sejarah Snapchat, akan menarik untuk melihat apakah mereka tetap sebagai perusahaan independen.

Ketika Snapchat pertama masuk App store iPhone, banyak yang ambigu apakah app itu dipasarkan sebagai aplikasi sexting. Tetapi ketika banyak orang mulai menggunakannya untuk berbagi momen aneh, konyol, startup itu dengan cepat meninggalkan strategi itu.


Remaja diluar sana telah menggandrungi app ini karena mekanisme penghancuran diri berarti posting di Snapchat tidak akan meninggalkan jejak kejahatan yang penuh remah roti atu menghindari stalking. Dan orang-orang berusia 20-an mulai tertarik juga karena mereka yang ber umur 20-an memilki banyak kegiatan yang ingin mereka bagi bersama. Atau mereka hanya ingin semua orang tahu apa yang mereka lakukan.

Meskipun analis tertarik pada layanan ini, Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Snapchat akan bergabung dengan raksasa seperti Facebook, LinkedIn dan Twitter atau mereka akan gagal dan dilupakan. Snapchat menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki situs jejaring sosial besar lainnya.